Tuesday, January 13, 2009

Thursday, January 08, 2009

Monday, December 22, 2008

The Spirit Carries On

Where did we come from?
Why are we here?
Where do we go when we die?
What lies beyond
And what lay before?
Is anything certain in life?

They say " Life is too short"
"The here and the now"
And " You`re only given one shot"
But could there be more
Have I lived before
Or could this be all that we`ve got?

If I die tomorrow
I`d be alright
Because I believe
That after we`re gone
The spirit carries on

I used to be frightened of dying
I used to think death was the end
But that was before
I`m not scared anymore
I know that my soul will transcend

I may never find all the answers
I may never understand why
I may never prove
What I know to be true
But I know that I still have to try

If I die tomorrow
I`d be alright
Because I believe
That after we`re gone
The spirit carries on

"Move on, be brave
Don`t weep at my grave
Because I`m no longer here
But please never let
Your memories of me disappear"

.....
in memoriam My Beloved Father, December 19, 2008.

Thursday, December 04, 2008

Tuesday, October 21, 2008

Sunday, September 21, 2008

Wednesday, July 23, 2008

Monday, July 21, 2008

Monday, June 23, 2008

Friday, May 16, 2008

Sunday, April 20, 2008

Sunday, January 27, 2008

Tuesday, January 22, 2008

Thursday, November 15, 2007

Friday, June 22, 2007

Wednesday, April 18, 2007

Monday, February 26, 2007

Canon EOS 350 D

























Sekali-sekali jadi tukang foto. Tapi kenapa harus Glen?

Monday, February 12, 2007

Have a Nice Dream

























Semalam lembur. Mata udh ga nahan, tp kerjaan blm selesai. Padahal udah ndoping RedBull dan Coke. Iseng aja corat coret, sebelum akhirnya terlelap di kursi...zzz...zzz

Wednesday, February 07, 2007

Tuesday, February 06, 2007

Mahabarata 2


























Robin Hood aja kalah keren...

Mahabarata

























Monggo sami nguri-uri kabudayan

The Boss
















Senyum si Bapak Pembangunan setelah memberi petunjuk daripada Menteri Penerangan berambut hitam klimis belah pinggir dan Sekretarisnya yang lamban berbicara.

Wednesday, December 20, 2006

Merry Christmas

























Selamat Natal... Ho ho ho ho... Damai di Hati, Damai di Bumi...

Friday, September 22, 2006

Have a Nice Fasting




















Bapak-bapak, ibu-ibu, temen-temen, met puasa ya...

My Last Action Movie




















Semoga dapet nominasi FFI tahun depan!

Thursday, August 17, 2006

Independence Day




















Dirgahayu RI ke-61!

Savety Driving




















Dari kejauhan, lampu lalu-lintas di perempatan itu masih menyala hijau. Jack segera menekan pedal gas kendaraannya. Ia tak mau terlambat. Apalagi ia tahu perempatan di situ cukup padat sehingga lampu merah biasanya menyala cukup lama. Kebetulan jalan di depannya agak lenggang. Lampu berganti kuning. Hati Jack berdebar berharap semoga ia bias melewatinya segera. Tiga meter menjelang garis jalan, lampu merah menyala. Jack bimbang, haruskah ia berhenti atau terus saja. "Ah, aku tak punya kesempatan untuk menginjak rem mendadak," pikirnya sambil terus melaju.

Priiiiitttt! Di seberang jalan seorang polisi melambaikan tangan memintanya berhenti. Jack menepikan kendaraan agak menjauh sambil mengumpat dalam hati. Dari kaca spion ia melihat siapa polisi itu. Wajahnya tak terlalu asing. Hey, itu khan Bob, teman mainnya semasa SMA dulu. Hati Jack agak lega. Ia melompat keluar sambil membuka kedua lengannya.

"Hai, Bob. Senang sekali ketemu kamu lagi!"

"Hai, Jack." Tanpa senyum.

"Duh, sepertinya saya kena tilang nih? Saya memang agak buru-buru. Istri saya sedang menunggu di rumah."

"Oh ya?" Tampaknya Bob agak ragu.

Nah, bagus kalau begitu. "Bob, hari ini istriku ulang tahun. Ia dan anak-anak sudah menyiapkan segala sesuatunya. Tentu aku tidak boleh terlambat, dong."

"Saya mengerti. Tapi, sebenarnya kami sering memperhatikanmu melintasi lampu merah di persimpangan ini."

O’o, sepertinya tidak sesuai dengan harapan. Jack harus ganti strategi.

"Jadi, kamu hendak menilangku? Sungguh, tadi aku tidak melewati lampu merah. Sewaktu aku lewat lampu kuning masih menyala."

Aha, terkadang berdusta sedikit bisa memperlancar keadaan.

"Ayo dong Jack. Kami melihatnya dengan jelas. Tolong keluarkan SIMmu."

Dengan ketus Jack menyerahkan SIM lalu masuk ke dalam kendaraan dan menutup kaca jendelanya. Sementara Bob menulis sesuatu di buku tilangnya. Beberapa saat kemudian Bob mengetuk kaca jendela. Jack memandangi wajah Bob dengan penuh kecewa. Dibukanya kaca jendela itu sedikit. Ah, lima centi sudah cukup untuk memasukkan surat tilang. Tanpa berkata-kata Bob kembali ke posnya. Jack mengambil surat tilang yang diselipkan Bob di sela-sela kaca jendela. Tapi, hei apa ini. Ternyata SIMnya dikembalikan bersama sebuah nota.

“Kenapa ia tidak menilangku. Lalu nota ini apa?”
Semacam guyonan atau apa? Buru-buru Jack membuka dan membaca nota yang berisi tulisan tangan Bob.

"Halo Jack, tahukah kamu Jack, aku dulu mempunyai seorang anak perempuan. Sayang, Ia sudah meninggal tertabrak pengemudi yang ngebut menerobos lampu merah. Pengemudi itu dihukum penjara selama 3 bulan. Begitu bebas ia bisa bertemu dan memeluk ketiga anaknya lagi. Sedangkan anak kami satu-satunya sudah tiada. Kami masih terus berusaha dan berharap agar Tuhan berkenan mengkaruniai seorang anak agar dapat kami peluk. Ribuan kali kami mencoba memaafkan pengemudi itu. Betapa sulitnya. Begitu juga kali ini. Maafkan aku Jack. Doakan agar permohonan kami terkabulkan. Berhati-hatilah.
-Bob-"

Jack terhenyak. Ia segera keluar dari kendaraan mencari Bob. Namun, Bob sudah meninggalkan pos jaganya entah kemana. Sepanjang jalan pulang ia mengemudi perlahan dengan hati tak tentu sambil berharap kesalahannya dimaafkan.

Tak selamanya pengertian kita harus sama dengan pengertian orang lain. Bisa jadi suka kita tak lebih dari duka rekan kita. Hidup ini sangat berharga, jalanilah dengan penuh hati-hati.

Thursday, July 13, 2006

Red Scooter Story












Vespaku dulu pernah maen komik lho...hehe

Once upon a time in Jogja




















Jogjaku bersih siapa yang tau...

Monday, July 10, 2006

A Blood Donor




















Setiap kali habis donor, pasti slalu dapat segelas susu coklat hangat (ga tau mereknya apa, kayaknya sih sebangsa Indomilk gitu) dan Sakatonik Liver. Bedanya, dulu slalu dapat Sakatonik yang sirup, tapi sekarang kaplet. Enaknya lagi, sekarang kita juga dapat mi gelas merek Nissin lho. Wah, PMI sekarang baik ya..:) Eia, mi gelasnya Nissin ternyata lumayan lebih enak lho dibanding popmienya Indofood...hihi...

Sakatonik dan migelas tadi dibungkus tas plastik kecil warna putih, di salah satu sisinya ada desainnya, dicetak sablon dengan tinta warna merah. Ada logo PMI di sebelah atas, di bawah logo ada beberapa baris teks, berbunyi: Darah yang Anda pergunakan ini adalah sumbangan dari Donor Darah Sukarela, Datanglah pada kami dan jadilah Donor Darah Sukarela, Menjadi Donor Darah Sukarela lambang kasih sayang dan kemanusiaan Anda, Menjadi Donor Darah Sukarela berarti mengamalkan Pancasila...

Wednesday, July 05, 2006

PAPARAZIS ARE JIRUT!
















Asem tenan, siapa yang melakukannya! Padahal aku udah ngumpet masih kejepret juga..ugh!

Punk Boy



















anak punk lampu merah munggur, jarang mandi, baju juga ga ganti2...:-"

Bull Race




















Sekali-kali posting kerjaan gpp kali ya...hehe